Jumat, 25 Mei 2012

HIKMAH SUJUD DALAM SHOLAT


BAB I
HIKMAH SUJUD DALAM SHOLAT


Salah satu rangkaian dalam rukun shalat adalah sujud yang berarti “memuliakan”, “menghormati”, “tunduk dan patuh” kepada Allah swt. Di dalam Islam, ada beberapa jenis sujud, yakni sujud sahwi (sujud yang dilakukan karena lupa dalam gerakan shalat), sujud syukur (sujud yang dilakukan sebagai tanda bersyukur kepada Allah swt atas segala nikmat yang diberikan-Nya) dan sujud tilawah (sujud yang dilakukan saat menjumpai ayat-ayat sajdah). Dalam kaitan sujud tilawah, terdapat hadits yang artinya: Nafi' dari Ibnu Umar meriwayatkan: Rasulullah saw membacakan untuk kami satu surat, yakni surat As Sajdah, lalu Rasulullah saw sujud dan kamipun sujud bersamanya (HR.Bukhari dan Muslim).
Agar perintah sujud dapat kita laksanakan dengan penuh penghayatan, maka setiap kita perlu memahami apa makna atau hikmah dibalik perintah sujud kepada Allah swt. Diantaran hikmah sujud adalah sebagai berikut :

1.    Wujud Kepatuhan

Sujud yang secara harfiyah berarti patuh menunjukkan bahwa bila manusia sujud, berarti ia siap untuk menunjukkan kepatuhan dalam situasi dan kondisi yang bagaimanapun juga sebagaimana alam semesta sudah tunduk pada ketentuan Allah swt, sebagaimana firman-Nya:
¬!ur ßàfó¡o `tB Îû ÏNºuq»yJ¡¡9$# ÇÚöF{$#ur $YãöqsÛ $\döx.ur Nßgè=»n=Ïßur Íirßäóø9$$Î/ ÉA$|¹Fy$#ur ) ÇÊÎÈ  
“ Hanya kepada Allah-lah sujud (patuh) segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan kemauan sendiri ataupun terpaksa (dan sujud pula) bayang-bayangnya di waktu pagi dan petang hari.” (QS Arf Ra’d/13:15).
Sujudnya apa yang di langit dan di bumi berarti kepatuhannya memenuhi ketetapan Allah swt yang berkaitan dengan alam semesta, bahkan bayang-bayangpun sujud untuk menunjukkan betapa besar kekuasaan Allah swt terhadap alam raya ini.

2. Tuntutan Iman dan Ilmu

Orang yang berilmu dan mendasari penguasaan ilmunya itu dengan iman akan membuat ia selalu sujud kepada Allah swt, hal ini karena ilmu memang akan mengantarkan seseorang kepada iman yang mantap mengingat betapa luas ilmu yang dimiliki Allah swt dan betapa sedikit ilmu yang bisa kita kuasai, ini semua akan membuat seorang mukmin harus selalu bersujud kepada Allah swt sebagaimana firman-Nya:
ö@è% (#qãZÏB#uä ÿ¾ÏmÎ/ ÷rr& Ÿw (#þqãZÏB÷sè? 4 ¨bÎ) tûïÏ%©!$# (#qè?ré& zNù=Ïèø9$# `ÏB ÿ¾Ï&Î#ö6s% #sŒÎ) 4n=÷FムöNÍköŽn=tã tbrÏƒs Èb$s%øŒF|Ï9 #Y¤fß ÇÊÉÐÈ   tbqä9qà)tƒur z`»ysö6ß !$uZÎn/u bÎ) tb%x. ßôãur $uZÎn/u ZwqãèøÿyJs9 ÇÊÉÑÈ   tbrÏƒsur Èb$s%øŒF|Ï9 šcqä3ö7tƒ óOèd߃Ìtƒur %Yæqà±äz ) ÇÊÉÒÈ 


107.    Katakanlah: "Berimanlah kamu kepadanya atau tidak usah beriman (sama saja bagi Allah). Sesungguhnya orang-orang yang diberi pengetahuan sebelumnya apabila Al Quran dibacakan kepada mereka, mereka menyungkur atas muka mereka sambil bersujud,
108.    Dan mereka berkata: "Maha suci Tuhan Kami, Sesungguhnya janji Tuhan Kami pasti dipenuhi".
109.    Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyu'.  (QS Al Isra/17:107-109).



3. Menyindir Orang yang Enggan Bersujud

Kenyataan menunjukkan bahwa banyak manusia yang tidak mau sujud kepada Allah swt, ini akan menimbulkan penyesalan yang tiada terkira, baik di dunia dengan kesombongannya maupun di akhirat dengan siksa yang sangat pedih. Keengganan mereka untuk tunduk pada perintah Allah ini akan membuatnya semakin jauh dengan ajaran yang datang dari Allah swt, padahal sebenarnya mereka amat membutuhkannya, Allah swt berfirman:
#sŒÎ)ur Ÿ@ŠÏ% ãNßgs9 (#rßßÚó$# Ç`»uH÷q§=Ï9 (#qä9$s% $tBur ß`»oH÷q§9$# ßàfó¡nSr& $yJÏ9 $tRããBù's? öNèdyŠ#yur #YqàÿçR ) ÇÏÉÈ  
“ Dan apabila dikatakan kepada mereka: "Sujudlah kamu sekalian kepada yang Maha Penyayang", mereka menjawab:"Siapakah yang Maha Penyayang itu? Apakah Kami akan sujud kepada Tuhan yang kamu perintahkan kami(bersujud kepada-Nya)?", dan (perintah sujud itu) menambah mereka jauh (dari iman).” (QS Al Furqan/25:60).

4. Mengingatkan Agar Bersujud Kepada Tuhan Yang Benar

Manakala kita selalu sujud kepada Allah swt, ini sekaligus mengingatkan manusia bahwa Allah-lah Tuhan yang benar dan karenanya kita harus bersujud kepada-Nya serta tunduk, patuh dan taat kepada-Nya dalam situasi dan kondisi yang bagaimanapun juga serta dimanapun kita berada, Allah swt berfirman:
ô`ÏBur ÏmÏG»tƒ#uä ã@øŠ©9$# â$yg¨Y9$#ur ߧôJ¤±9$#ur ãyJs)ø9$#ur 4 Ÿw (#rßàfó¡n@ ħôJ¤±=Ï9 Ÿwur ̍yJs)ù=Ï9 (#rßßÚó$#ur ¬! Ï%©!$#  Æßgs)n=yz bÎ) öNçFZà2 çn$­ƒÎ) šcrßç7÷ès? ÇÌÐÈ   ÈbÎ*sù (#rçŽy9ò6tFó$# tûïÏ%©!$$sù yYÏã y7În/u tbqßsÎm7|¡ç ¼çms9 È@øŠ©9$$Î/ Í$pk¨]9$#ur öNèdur Ÿw tbqßJt«ó¡o ) ÇÌÑÈ  
37.         Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah malam, siang, matahari dan bulan. janganlah sembah matahari maupun bulan, tapi sembahlah Allah yang menciptakannya, jika ialah yang kamu hendak sembah.
38.         Jika mereka menyombongkan diri, Maka mereka (malaikat) yang di sisi Tuhanmu bertasbih kepada-Nya di malam dan siang hari, sedang mereka tidak jemu-jemu. (QS Fushilat/41:37-38).

5. Berpaling Dari Orang Yang Mendustakan

Kesungguhan kita untuk tetap sujud kepada Allah swt dalam artinya yang luas membuktikan bahwa kita hanya mau tunduk kepada Allah swt dan berpaling dari orang-orang yang mendustakan-Nya. Hal ini dinyatakan dalam firman-Nya:
|M÷ƒuäur& Ï%©!$# 4sS÷Ztƒ ÇÒÈ   #´ö7tã #sŒÎ) #©?|¹ ÇÊÉÈ   |M÷ƒuäur& bÎ) tb%x. n?tã #yçlù;$# ÇÊÊÈ   ÷rr& ttBr& #uqø)­G9$$Î/ ÇÊËÈ   |M÷ƒuäur& bÎ) z>¤x. #¯<uqs?ur ÇÊÌÈ   óOs9r& Ls>÷ètƒ ¨br'Î/ ©!$# 3ttƒ ÇÊÍÈ   žxx. ûÍ.s! óO©9 ÏmtG^tƒ $Jèxÿó¡oYs9 ÏpuŠÏ¹$¨Z9$$Î/ ÇÊÎÈ   7puŠÏ¹$tR >pt/É»x. 7py¥ÏÛ%s{ ÇÊÏÈ   äíôuù=sù ¼çmtƒÏŠ$tR ÇÊÐÈ   äíôuZy spuÏR$t/¨9$# ÇÊÑÈ   žxx. Ÿw çm÷èÏÜè? ôßÚó$#ur >ÎŽtIø%$#ur ) ÇÊÒÈ  
9.             Bagaimana pendapatmu tentang orang yang melarang,
10.         Seorang hamba ketika mengerjakan shalat[1590],
11.         Bagaimana pendapatmu jika orang yang melarang itu berada di atas kebenaran,
12.         Atau Dia menyuruh bertakwa (kepada Allah)?
13.         Bagaimana pendapatmu jika orang yang melarang itu mendustakan dan berpaling?
14.         Tidaklah Dia mengetahui bahwa Sesungguhnya Allah melihat segala perbuatannya?
15.         Ketahuilah, sungguh jika Dia tidak berhenti (berbuat demikian) niscaya Kami tarik ubun-ubunnya[1591],
16.         (yaitu) ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka.
17.         Maka Biarlah Dia memanggil golongannya (untuk menolongnya),
18.         Kelak Kami akan memanggil Malaikat Zabaniyah[1592],
19.   Sekali-kali jangan, janganlah kamu patuh kepadanya; dan sujudlah dan dekatkanlah (dirimu kepada Tuhan). (QS Al Alaq/96:9-19)

[1590] Yang dimaksud dengan orang yang hendak melarang itu ialah Abu Jahal, yang dilarang itu ialah Rasulullah sendiri. akan tetapi usaha ini tidak berhasil karena Abu Jahal melihat sesuatu yang menakutkannya. setelah Rasulullah selesai shalat disampaikan orang berita itu kepada Rasulullah. kemudian Rasulullah mengatakan: "Kalau jadilah Abu Jahal berbuat demikian pasti Dia akan dibinasakan oleh Malaikat".
[1591] Maksudnya: memasukkannya ke dalam neraka dengan menarik kepalanya.
[1592] Malaikat Zabaniyah ialah Malaikat yang menyiksa orang-orang yang berdosa di dalam neraka..

6. Meneladani Nabi dan Pengikutnya

Para Nabi dan orang yang bersama dengan dia dengan penuh kesetiaan selalu bersujud kepada Allah swt. Manakala kita melakukannya juga, maka kita berarti orang yang telah meneladani Rasulullah dengan para pengikutnya yang setia sehingga kitapun menjadi umatnya yang sejati, Allah swt berfirman:
y7Í´¯»s9'ré& z`ƒÏ%©!$# zNyè÷Rr& ª!$# NÍköŽn=tã z`ÏiB z`¿ÍhŠÎ;¨Y9$# `ÏB Ïp­ƒÍhèŒ tPyŠ#uä ô`£JÏBur $oYù=yJym yìtB 8yqçR `ÏBur Ïp­ƒÍhèŒ tLìÏdºtö/Î) Ÿ@ƒÏäÂuŽó Î)ur ô`£JÏBur $uZ÷ƒyyd !$oYøu;tGô_$#ur 4 #sŒÎ) 4n?÷Gè? ÷LÏiøn=tæ àM»tƒ#uä Ç`»uH÷q§9$# (#ryz #Y£Úß $|Å3ç/ur ) ÇÎÑÈ  
“ Mereka itu adalah orang-orang yang telah diberi nikmat oleh Allah, Yaitu Para Nabi dari keturunan Adam, dan dari orang-orang yang Kami angkat bersama Nuh, dan dari keturunan Ibrahim dan Israil, dan dari orang-orang yang telah Kami beri petunjuk dan telah Kami pilih. apabila dibacakan ayat-ayat Allah yang Maha Pemurah kepada mereka, Maka mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis.” (QS Maryam/19:58).

7. Mencontoh Malaikat

Malaikat selalu sujud kepada Allah swt, karena itu bila kita bersujud dalam maknanya yang luas berarti kita telah mencontoh malaikat dalam kehidupan kita di dunia ini yang membuat martabat kita menjadi begitu mulia sebagaimana mulianya para malaikat, Allah swt berfirman:
¨bÎ) tûïÏ%©!$# yZÏã šÎn/u Ÿw tbrçŽÉ9õ3tGó¡o ô`tã ¾ÏmÏ?yŠ$t7Ïã ¼çmtRqßsÎm6|¡çur ¼ã&s!ur šcrßàfó¡o ) ÇËÉÏÈ  
“ Sesungguhnya malaikat-malaikat yang ada di sisi Tuhanmu tidaklah merasa enggan menyembah Allah dan mereka mentasbihkan-Nya dan hanya kepada-Nya-lah mereka bersujud[592].” (QS Al A’raf/7:206).

[592] Ini salah satu ayat sajdah yang Disunatkan kita bersujud setelah membacanya atau mendengarnya, baik di dalam sembahyang maupun di luar sembahyang. sujud ini dinamakan sujud tilawah.

Manakala manusia tidak mau sujud kepada Allah swt, maka manusiapun akan memiliki kesombongan sebagaimana telah dimiliki oleh iblis atau syaitan yang membawa dampak negatif dalam kehidupan di dunia ini disebabkan ia tidak mau tunduk pada ketentuan Allah swt.
Dari uraian di atas, nampak jelas betapa penting bersujud kepada Allah swt dalam arti yang luas dan melaksanakannyapun dilakukan dengan penuh penghayatan sehingga membawa pengaruh yang sangat positif dalam kehidupan di dunia dan akhirat.

BAB II
HIKMAH SUJUD MENURUT ILMU KESEHATAN

MUNGKIN ramai di kalangan umat Islam tidak sedar mengenai pelbagai hikmah yang tersembunyi ketika sujud. Pada hal, kita perlu sadar bahawa tiada sutu pun ciptaan dan perintah serta larangan Alloh SWT. yang sia-sia, malahan setiap ciptaan itu mempunyai kelebihan yang sebelumnya tidak terjangkau oleh akal manusia.
Manusia hanya boleh sujud kepada Alloh SWT, dan ada dalam dua bentuk, yaitu sujud lahiriah seperti ketika sholat dan sujud spiritual berbentuk ketaatan kepada perintah Alloh SWT dan menjauhi larangan-Nya.
Ulama mengatakan sujud ketika solat adalah waktu manusia paling hampir dekat dengan Alloh SWT dan para ulama mendakwahkan kepada kita untuk melakukan sujud lebih lama.
Oleh karena sujud memiliki faedah yang sangat berarti untuk diri kita, khususnya dalam segi kesehatan, misalnya saja adalah melegakan sistem pernafasan dan mengembalikan kedudukan organ ke tempat asalnya. Dalam sujud usahakan untuk mengatur pernapasan dengan baik dan teratur. Beberapa faedah sujud yang sangat dibutuhkan untuk kesehatan kita, yaitu antara lain:

1.        membetulkan kedudukan buah pinggang yang keluar sedikit dari tempat asalnya.
2.        membetulkan pundi peranakan yang jatuh.
3.        menghilangkan sakit hernia. (burut)
4.        mengurangi sakit perut yang melilit ketika haid.
5.        melegakan paru-paru yang sesak terutama bagi perokok.
6.        mengurangkan saki pada penyakit apendiks(usus buntu) atau limpa(liver).
7.        kedudukan sujud adalah paling baik untuk beristirahat dan tulang pungung.
8.        meringankan bahagian pelvis.
9.        memberi dorongan supaya mudah tidur.
10.    menggerakkan otot bahu, dada, leher, perut serta punggung ketika akan sujud dan bangun daripada sujud.
11.    pergerakan otot itu menjadikan ototnya lebih kuat dan elastik, secara automatik memastikan kelicinan perjalanan darah yang baik.
12.    bagi wanita, pergerakan otot itu menjadikan buah dadanya lebih baik, mudah berfungsi untuk menyusukan bayi dan terhindar daripada sakit buah dada.
13.    mengurangkan kegemukan.
14.    pergerakan bahagian otot memudahkan wanita bersalin, organ peranakan mudah kembali ke tempat asal serta terhindar daripada sakit gelombang perut (convulsions).
15.    organ terpenting yaitu otak manusia menerima banyak bekalan darah dan oksigen.
16.    mengelakkan pendarahan otak jika tiba-tiba menerima pengepaman darah ke otak secara kuat dan mengejut serta terhindar penyakit salur darah dan sebagainya.

Dari segi psikologi pula, sujud membuatkan kita merasa rendah diri di hadapan Yang Maha Pencipta sekali gus mengikis sifat sombong, riak, takbur dan sebagainya. Dari segi perubatan, kesan sujud yang lama akan menambahkan kekuatan aliran darah ke otak yang boleh mengelakkan pening kepala dan migrain, menyegarkan otak serta menajamkan akal fikiran sekali gus menguatkan mentaliti seseorang.
  
A.            Mencegah Penyakit Stroke
Menurut kajian, terdapat beberapa urat saraf di dalam otak manusia yang tidak dimasuki darah sedangkan setiap inci otak manusia memerlukan darah yang cukup untuk berfungsi secara normal dan sempurna. Pada saat sujud pembuluh darah nadi balik, dikunci dipangkal paha, sehingga tekana darah akan lebih banyak dialirkan kembali ke jantung dan di pompa ke kepala. Posisi sujud adalah cara maksimal untuk mengalirkan darah dan oksigen ke otak dan anggota tubuh di kepala. Posisi dujud adalah teknik terbaik untuk membongkar sumbatan pembuluh darah jantung sehingga mencegah koroner. Juga membuat pembuluh darah halus di otak mendapat tekanan lebih, sehingga bisa mencegah stroke.

B.            Untuk Kesuburan dan Kesehatan Organ Kewanitaan
Postur : Menungging dengan meletakkan kedua tangan, lutut, ujung kaki, dan dahi pada lantai. Manfaat: Aliran getah bening dipompa ke bagian leher dan ketiak. Posisi jantung di atas otak menyebabkan darah kaya oksigen bisa mengalir maksimal ke otak. Aliran ini berpengaruh pada daya pikir seseorang. Karena itu, lakukan sujud dengan tuma’ninah, jangan tergesa gesa agar darah mencukupi kapasitasnya di otak. Postur ini juga menghindarkan gangguan wasir. Khusus bagi wanita, baik rukuk maupun sujud memiliki manfaat luar biasa bagi kesuburan dan kesehatan organ kewanitaan.

C.             Pacu Kecerdasan
Gerakan sujud dalam shalat tergolong unik. Falsafahnya adalah manusia menundukkan diri serendah rendahnya, bahkan lebih rendah dari pantatnya sendiri. Dari sudut pandang ilmu psikoneuroimunologi (ilmu mengenai kekebalan tubuh dari sudut pandang psikologis) yang didalami Prof Sholeh, gerakan ini mengantar manusia pada derajat setinggi tingginya. Mengapa?
Dengan melakukan gerakan sujud secara rutin, pembuluh darah di otak terlatih untuk menerima banyak pasokan darah. Pada saat sujud, posisi jantung berada di atas kepala yamg memungkinkan darah mengalir maksimal ke otak. Itu artinya, otak mendapatkan pasokan darah kaya oksigen yang memacu kerja sel-selnya. Dengan kata lain, sujud yang tumakninah dan kontinyu dapat memacu kecerdasan.
Risetnya telah mendapat pengakuan dari Harvard Universitry, AS. Bahkan seorang dokter berkebangsaan Amerika yang tak dikenalnya menyatakan masuk Islam setelah diam diam melakukan riset pengembangan khusus mengenai gerakan sujud.

D.            Perindah Postur
Gerakan gerakan dalam salat mirip yoga atau peregangan (stretching). Intinya untuk melenturkan tubuh dan melancarkan peredaran darah. Keunggulan shalat dibandingkan gerakan lainnya adalah shalat menggerakan anggota tubuh lebih banyak, termasuk jari kaki dan tangan.
Sujud adalah latihan kekuatan untuk otot tertentu, termasuk otot dada. Saat sujud, beban tubuh bagian atas ditumpukan pada lengan hingga telapak tangan. Saat inilah kontraksi terjadi pada otot dada, bagian tubuh yang menjadi kebanggaan wanita. Payudara tak hanya menjadi lebih indah bentuknya tetapi juga memperbaiki fungsi kelenjar air susu di dalamnya.

E.             Memudahkan Persalinan
Masih dalam pose sujud, manfaat lain bisa dinikmati kaum hawa. Saat pinggul dan pinggang terangkat melampaui kepala dan dada, otot otot perut (rectus abdominis dan obliquus abdominis externuus) berkontraksi penuh. Kondisi ini melatih organ di sekitar perut untuk mengejan lebih dalam dan lama. Ini menguntungkan wanita karena dalam persalinan dibutuhkan pernapasan yang baik dan kemampuan mengejan yang mencukupi. Bila, otot perut telah berkembang menjadi lebih besar dan kuat, maka secara alami ia justru lebih elastis. Kebiasaan sujud menyebabkan tubuh dapat mengembalikan serta mempertahankan organ organ perut pada tempatnya kembali (fiksasi).

  
BAB III
RAHASIA SUJUD DI DALAM SHOLAT

Pernahkah kita terfikir setelah lama usia kita mendirikan solat berserta syarat rukunnya, apakah rukun sholat yang paling disukai oleh Allah SWT. Dengan menyelami, memahami, menjiwai serta menghayati setiap detik ibadah atau sholat yang dikerjakan barulah kita akan mendapat manis dan faedah darinya. Barulah ibadah kita itu dapat membentengi dan mencegah diri kita dari dosa dan noda. Firman Allah SWT  
ã@ø?$# !$tB zÓÇrré& y7øs9Î) šÆÏB É=»tGÅ3ø9$# ÉOÏ%r&ur no4qn=¢Á9$# ( žcÎ) no4qn=¢Á9$# 4sS÷Zs? ÇÆtã Ïä!$t±ósxÿø9$# ̍s3ZßJø9$#ur 3 ãø.Ï%s!ur «!$# çŽt9ò2r& 3 ª!$#ur ÞOn=÷ètƒ $tB tbqãèoYóÁs? ÇÍÎÈ  
Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, Yaitu Al kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar. dan Sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Surah Al-Ankabut ayat:45)

Segala rukun di dalam sholat yang melibatkan qalbi (naluri), qauli (lisan) dan fi’li (perbuatan) mempunyai pengertian dan maksud yang amat mendalam sekali disisi Allah SWT. Segala pergerakan di dalam solat sebenarnya sarat dengan hikmah dan pendidikan dari Allah SWT dan amalan atau rukun yang paling disukai oleh Allah ialah rukun sujud.
Sujud adalah waktu di mana seorang hamba itu paling dekat dengan Penciptanya. Pergerakan sujud itu secara lahirnya telah menunjukkan “rasa menghina dirinya” seseorang hamba itu di depan Tuhannya di dalam keadaan menyerah diri, pasrah, berikrar dan mengaku bahwa “Ya Allah hanya Engkaulah Tuhan yang layak disembah, ditakuti, dicintai dan hanya pada-Mu sajalah tempat berserah dan memohon pertolongan”.
Seorang sahabat Nabi SAW iaitu Huzaifah r.a berkata bahwa Rasulullah SAW telah bersabda: “ Tiadalah keadaan seorang hamba yang paling disukai oleh Allah daripada Dia melihat hamba-Nya itu di dalam keadaan bersujud, dengan meletakkan mukanya di tanah ( sebagai tamsilan tunduk, pasrah dan rasa hina seorang hamba kepada Allah)”. (Hadis Riwayat Imam Tabrani). 
Tatkala Nabi Muhammad SAW Isra’ dan Mi’raj ketika sampai di langit yang ketiga para malaikat-malaikat disana dalam keadaan sujud selama- lamanya tetapi dikehendaki waktu Nabi SAW sampai para malaikat mengangkat kepala tanda hormat.
Apabila Nabi SAW memberi salam kepada para malaikat, semua malaikat itu bangun dari sujud kerana menjawab salam dan berkenalan dengan melihat wajah Nabi Muhammad SAW kemudian mereka sujud kembali. Telah bersabda Rasulullah SAW, Bumi keseluruhannya adalah masjid melainkan tempat perkuburan dan tempat mandi.   Telah dijadikan untuk kita bumi seluruhnya adalah masjid. Maka jangan anda sapu pasir pada tempat sujud kerana rahmat Allah berada di hadapan. Dan berdebu muka ku untuk Allah yang maha Mulia lagi maha Tinggi sebab pasir kerana itulah puncak ibadah kepada Allah Taala. Tidak dikira bersolat bagi mereka yang tidak sampai atau kena hidungnya ke bumi (tanah) seperti juga dahinya”.
Oleh kerana banyak hadits yang menyebut tentang bumi dan kaitannya dengan sujud maka para ulama’ bersepakat mengatakan sekurang-kurangnya mesti sekali seumur hidup sholat dan sujud di atas bumi dengan tidak beralas dan jika memperbanyak adalah lebih baik. Maka dengan sebab itulah orang-orang yang bermazhab Syiah bersolat di atas bumi atau dengan membawa kemana-mana sapu tangan yang khas ada di atasnya tanah untuk alas sujud.

Allah SWT berfirman :
$yJ¯RÎ) ß`ÏB÷sム$uZÏG»tƒ$t«Î/ tûïÏ%©!$# #sŒÎ) (#rãÅe2èŒ $pkÍ5 (#ryz #Y£Úß (#qßs¬7yur ÏôJpt¿2 öNÎgÎn/u öNèdur Ÿw šcrçŽÉ9õ3tFó¡o ) ÇÊÎÈ  
“ Sesungguhnya orang yang benar benar percaya kepada ayat ayat Kami adalah mereka yang apabila diperingatkan dengan ayat ayat itu mereka segera bersujud[1192] seraya bertasbih dan memuji Rabbnya, dan lagi pula mereka tidaklah sombong”. (Surah As-Sajadah ayat 15)

[1192] Maksudnya mereka sujud kepada Allah serta khusyuk. Disunahkan mengerjakan sujud tilawah apabila membaca atau mendengar ayat-ayat sajdah yang seperti ini.

Di dalam gerakan sujud itu ada simbolik dan hikmah yang harus difahami dan dihayati. yaitu bersama tertancap dan menempelnya tujuh anggota badan kita dengan bumi, pergerakan yang sepenuh jiwa, sepenuh rasa hina dan mengharap kepada Allah SWT dan penyerahan secara total seorang hamba terhadap Penciptanya dalam menerima serta mematuhi segala perintah dan larangan dari-Nya. Jangan sampai berlaku, hanya di dalam solat sahaja kita sujud tetapi di dalam kehidupan seharian kita bersifat “jauh api dari panggang” didalam erti kata yang lain kita tidak tunduk, tidak taat dan tidak menyerah secara total kepada peraturan dan sistem Allah yang Maha Sempurna.
Seyogyanya dilakukan setiap melakukan rukun sujud ketika sholat sentiasalah membaharui ingatan kepada Allah SWT (Al-Khaliq). Manakala tunduk meletakkan dahi ketika sujud hendaklah merasakan bahawa ia sedang menghina diri kepada suatu Zat Allah Yang Maha Agung dan apabila ia merasa kehebatan Allah Yang Maha Agung maka ketika itu ia juga harus merasai dirinya itu amat kecil dan terlalu kerdil di hadapan Zat Yang Maha Agung. Sujud bererti seseorang itu telah meletakkan wajahnya ditempat yang paling rendah di atas tanah ini bermakna ia telah meletakkan seluruh dirinya di atas tanah.
Dengan sujud itu bererti telah mengingatkan dirinya terhadap punca asal kejadian manusia itu dari tanah dan mengembalikan dirinya kepada tanah. Apabila ia telah sanggup menghantar dahinya dan juga dirinya ke tempat yang hina maka tidak mungkin ia akan bersikap sombong lagi terhadap Allah yang menciptakan dirinya dari tanah itu.
Sesungguhnya asal kejadian manusia itu seperti yang dijelaskan di dalam Al-Quran adalah dijadikan dari tanah maka setiap kali seseorang itu sujud adalah bertujuan mengasuh hatinya bahawa ia kelak akan dikembalikan kepada tanah iaitu menemui kematian seperti yang dijanjikan oleh Allah SWT.
Dengan demikian bererti sujud itu juga mengasuh hati manusia bukan saja supaya mengingat akan asal kejadiannya tetapi juga akan dikembalikan ke tanah iaitu menemui ajal kematian. Maka setiap kali sujud sewajarnya seseorang itu sentiasa ia mengingati akan mati, apabila ia ingat akan mati maka terasa seolah-olah bahawa solatnya itu sebagai solat penghabisan kerana ia akan menghantarkan dirinya ke tanah. Ia merasakan bahawa setiap kali ia sujud seolah-olah ia tidak akan bangun lagi. Sedangkan kematian itu merupakan pintu bagi seseorang memasuki gerbang akhirat.
Dalam keadaan demikian maka hati akan merasa gerun dan merasai kebesaran Allah dan ketika itulah ia membaharui lagi di dalam hatinya untuk mensucikan Zat Allah Yang Maha Tinggi disamping lidah tidak bertulang mengucapkan, “Subhana Rabbial- A’la wa-Bihamdih”.
Selain itu kesan sujud yang lama akan menambahkan kekuatan aliran darah ke otak yang boleh mengelakkan pening kepala dan migrain, menyegarkan otak serta menajamkan akal fikiran sekali gus menguatkan mentaliti kita (terutama ketika sujud waktu solat Subuh).

A.            Arti Sujud dalam Shalat
Sujud merupakan bagian dan unsur terpenting dalam beribadah shalat. sujud mengandung pengertian yang sangat mendalam dalam kehidupan kita. dan sujud jaga merupakan bagian yang sangat tepat untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Abu Hurairah pernah berkata, bahwa Rasulullah saw bersabda "Sedekat-dekatnya hamba dari Tuhannya adalah seorang yang bersujud, oleh karena itu banyak-banyaklah berdo'a."(HR Muslim, Abu DAud dan Nasa'i)
Apabila kita perhatikan di dalam Al Qur'an, akan banyak kita jumpai kata-kata sujud daripada kata=kata ruku'. sebab di dalam sujudlah terdapat momen-momen yang sesuai untuk merendahkan diri seorang hamba di hadapan Khaliknya yang Maha Agung. ketika bersujud seorang mukmin akan dapat merasakan seolah-olah sedang berhadapan dengan Allah. karenannya ketika seorang mukmin bersujud dengan khusuk mereka mencurahkan segala isi hatinya, mengadukan dirinya dan kesedihannya kepada Allah, maka iapun merasakan timbulnya suatu yang dapat menghilangkan kepedihan dan kesusahannya, kelapangan dada serta kemudahan persoalannya hanya kepada Allah SWT.
Bagi orang-orang yang beriman ia akan dapat merasakan bagaimana lezatnya dan manisnya ketika berjumpa dengan Allah saat sujud dalam shalat. sehingga tidak ada waktu yang ditunggu-tunggu selain waktu shalat yang dapat mengantarkannya berjumpa dengan Allah. karenanya tak heran jketika kita membaca sejarah para sahabat RAsulullah SAW dahulu yang hatinya selalu terpaut dengan Allah, meskipun dalam keadaan perang, dalam tawanan orang-orang musyrik, dan pada saat terluka parah ia tetap menjalankan ibadah shalat. seperti halnya yang terjadi dengan Umar bin Khatab. pada akhir hayat Umar ra. karena tusukan pisau, beliau banyak mengeluarkan darah dan sering pingsan. karena semikian parahnya beliau dikira telah wafat. meskipun dalam keadaan udzur seperti itu, jika tiba waktu shalat, seliau segera berdiri lalu pergi untuk mengerjakan shalat. beliau berkata, "Sesungguhnya sangat penting bagi seseorang untuk menjaga shalatnya. barangsiapa tidak menjaga shalatnya, ia tidak memperoleh bagian apapun dalam Islam."
Kejadian tersebut pernah juga dialami sahabat Rasululllah SAW yang bernama Abdullah bin Abbas ra. matanya kemasukan sesuatu sehingga orang-orang menyarankan untuk sementara waktu harus meninggalkan shalat agar matanya sembuh. seketika dia menjawab bahwa dia tidak akan melakukan itu karena Rasulullah telah bersabda, "Barangsiapa meninggalkan shalat, niscaya ia akan menjumpai Allah SWT dalam keadaan Allah murka kepadanya."
Begitu besar nilai ketaqwaan seseorang yang telah merasakan indahnya iman dalam dadanya. walaupun kondisinya sudah parah dan tidak berdaya, namun semuanya itu tidak membuat lupa pada kewajibannya kepada Allah yaitu tunduk dan menyembahnya dalam keadaan lapang maupun sempit. semoga kita semua termasuk dalam golongan orang-orang yang tunduk dan taat kepada Allah SWT. Amieen...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar